Review Buku Multimedia Pembelajaran Interaktif: Konsep dan Pengembangan Edisi Pertama Karya Prof Herman Dwi Surjono

Ditulis oleh: Anton Agus Setiawan, S.Pd.

Mahasiswa S2 Teknologi Pembelajaran UNY | NIM 20707251016 | Kelas B

Judul buku : Multimedia Pembelajaran Interaktif: Konsep dan Pengembangan Edisi Pertama
Pengarang : Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D.
Tahun terbit : 2017
Kota penerbit : Yogyakarta
Percetakan : UNY Press
ISBN : 978-602-5566-11-0
Editor : Fitriyanti
Desain cover : Masruri
Tebal : 95 halaman

Herman Dwi Surjono. (2017). Multimedia Pembelajaran Interaktif: Konsep dan Pengembangan Edisi Pertama. Yogyakarta: UNY Press.

Baik kali ini saya Anton Agus Setiawan, S.Pd. akan memberikan review terhadap buku tersebut di atas. Pada kesempatan kali ini, saya akan melakukan review 3 hal yaitu:

  • hal apa saja yang sudah baik (yang telah dibahas) dalam buku tsb.
  • hal apa saja yang masih kurang (yang belum dibahas) dalam buku tsb.
  • bab tentang apa yang masih belum ada dalam buku tersebut tetapi seharusnya ada.

Oke mari langsung ke intinya hehe

Buku ini bisa menjadi panduan kalian dalam mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif, yang sedang atau ingin melakukan penelitian pengembangan. Buku ini terdiri dari 5 BAB dengan tebal 95 halaman.

Pada BAB 1 menurut saya materinya sudah disampaikan dari yang umum ke yang khusus, dariyang sederhana ke yang kompleks. Pada BAB 1 penulis menjelaskan tentang apa itu multimedia, apa saja elemen multimedia, bagaimana penyajian multimedia, alat membuat multimedia, distribusi multimedia, pemanfaatan multimedia dan ringkasan bab.

Kelebihan di BAB 1 ini, penjelasannya tidak terlalu panjang atau bertele-tele, cukup ringkas dan mudah dimengerti inti dari pesan yang ingin disampaikan. Penjelasan juga disertai dengan gambar penjelas sehingga memudahkan pembaca untuk memahaminya. Kekurangan di BAB 1 menurut saya adalah beberapa gambar penjelas, kualitasnya perlu diperbaharui karena masih ada beberapa yang blur/pecah. Selain itu, menurut saya perlu adanya highlight/underline beberapa bagian penting dari isinya.

Kelebihan dan Kekurangan di BAB 1

Pada BAB 2 penulis membahas prinsip multimedia pembelajaran yang meliputi pendahuluan, teori kognitif multimedia pembelajaran, prinsip multimedia pembelajaran, aspek multimedia pembelajaran dan ringkasan bab.

Kelebihan di BAB 2 terdapat teori kognitif yang menurut saya sangat penting untuk dipahami oleh seluruh pembelajar sebelum mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif. Mayer dengan tiga asumsi yaitu saluran ganda, kapasitas terbatas, dan pemrosesan aktif yang mejadi dasar dari teori tersebut dan dibahas secara rinci. Namun, akan lebih sempurna lagi jika dalam pembahasan prinsip multimedia ini diberikan contoh kasus dalam multimedia pembelajaran secara nyata.

Terdapat dua poin utama yaitu kita PERTAMA harus memahami bahwa kapasitas otak manusia itu terbatas. Pada saat bersamaan, manusia hanya dapat menerima dan memproses informasi yang terbatas pada tiap saluran (indera). Informasi yang masuk seara berlebihan pada tiap saluran akan membebani memori kerja manusia. Oleh karena itu, ketika menyajikan multimedia sebaiknya kita pilih bentuk media yang dapat ditangkap oleh kedua indera tersebut secara berimbang. KEDUA yaitu pemrosesan aktif, belajar akan optimal bila dilakukan secara aktif baik dalam memilih, mengelola, dan memadukan informasi baru. Dalam belajar siswa memperhatikan dan mengelola informasi yang baru serta mengaitkan dengan pengalaman yang mereka punya. Hal ini sejalan dengan teori belajar kontruktivisme.

Kekurangan di BAB 2 mungkin adalah contoh penjelas atau penerapan langsung dari prinsip multimedia Mayer. Misalkan dijelaskan ada prinsip signaling, nah mungkin bisa diberikan gambar ilustrasi penerapan prinsip ini dalam pembuatan multimedia pembelajaran itu seperti apa.

Kelebihan dan Kekurangan di BAB 2

Pada bab 3 membahas tentang multimedia pembelajaran interaktif, dalam bab ini penulis juga sudah sangat baik menjelaskan tentang multimedia pembelajaran interaktif. Beberapa materi yang disampaikan di BAB 3 antara lain yaitu pendahuluan, pengertian MPI, level interaktivitas, strategi penyajian MPI, meningkatkan motivasi dalam MPI, komponen MPI dan ringkasan bab.

Kelebihan BAB 3 ini yaitu pembahasan pada level interaktivitas sangat baik dengan menampilkan gambar penjelas. Beberapa kekurangannya mungkin perlu penjelas pada bagian komponen MPI, misalkan membuat title page, mungkin perlu ditambahkan screenshoot contoh title page yang baik. Namun, akan lebih baik lagi jika dalam bab ini dijelaskan tentang software yang dapat digunakan untuk membuat multimedia secara rinci walaupun dalam bab lain telah menyebutkan beberapa software pengembang multimedia.

Kelebihan dan Kekurangan di BAB 3

Pada bab 4 membahas tentang pengembangan MPI, dalam bab ini membahas tentang berbagai model pengembangan MPI dan dijelaskan beberapa karakteristik model  yang biasa digunakan dalam pengembangan multimedia.

Kelebihan BAB 4, penulis memberikan referensi beberapa model pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif yang beragam dan cukup detail, disampaikan secara ringkas. Kekurangan di BAB 4, menurut saya akan lebih baik jika semua model yang dibahas dalam bab ini disajikan lebih lengkap lagi sebagaimana penulis menjelaskan model APPED. Mungkin perlu diberikan kalimat penjelas juga langkah-langkah inti dari tiap model yang disebutkan oleh penulis sebagaimana penulis menjelaskan detail Model APPED.

Kelebihan dan Kekurangan di BAB 4

Pada bab 5 membahas tentang evaluasi multimedia, yang berisi pendahuluan, kriteria kualitas MPI, evaluasi formatif, evaluasi sumatif dan ringkasan bab.

Kelebihan dari BAB 5 ini sudah sangat baik dengan menjelaskan tentang kualitas multimedia yang baik dari aspek isi, instruksional, dan juga tampilan. Dijelaskan juga tentang cara mengevaluasi multimedia pembelajaran interaktif. Kekurangan BAB 5 Mungkin akan lebih baik jika diberikan satu contoh singkat tentang evaluasi pembelajaran interaktif secara konkrit.

Kelebihan dan Kekurangan di BAB 5

Secara garis besar munurut saya buku ini sudah sangat bagus. Bahasa yang digunakan oleh penulis padat, sangat mudah dipahami, penjelasan materi sudah baik, beberapa penjelasan sudah disertai oleh gambar penjelas dan tidak berbelit-belit. Buku ini cocok bagi kalian yang sedang atau akan melakukan penelitian pengembangan, bisa menjadi pedoman untuk mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif.

Bab tentang apa yang tidak ada tetapi seharusnya ada, menurut saya yaitu bab penerapan beberapa teori pembelajaran ke dalam pengembangan multimedia pembelajaran interaktif. Misal saya ingin mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif berlandaskan teori belajar kontruktivisme dan kognitivisme, bagaimana penerapannya, langkah-langkah praktisnya atau hal-hal apa yang bisa kita visualkan dalam multimedia yang kita buat sehingga multimedia pembelajaran yang kita buat sudah menerapkan teori belajar tersebut secara utuh dan benar. Begitu pula dengan penerapan teori pembelajaran yang lainnya seperti teori belajar behaviorisme, humanisme, teori sibernetik, neuroscience dan teori belajar lainnya.

Sekian review yang bisa saya berikan, akhir kata saya mengucapkan terimakasih kepada pembaca tulisan review yang saya buat untuk memenuhi tugas mata kuliah multimedia pembelajaran yang diampu oleh Prof Herman Dwi Surjono, PhD. Saran dan kritik yang membangun atas review ini, sangat kami tunggu. Terimakasih.

Salam hangat,

Reviewer :

Anton Agus Setiawan, S.Pd. | NIM 20707251016 | Mahasiswa Magister Teknologi Pembelajaran Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Kelas B

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *